Selasa, 27 Desember 2011

Kebun Binatang

Karena sedang liburan semester, butuh suatu kegiatan buat ngisi waktu luang. Waktu lagi nyari2 buku bacaan di lemari buku (entah buku dari jaman kapan) yang ada di kamarku, nemu buku anak kecil, judulnya “Kebun Binatang Robot”. Trus aku baca deh..

Ternyata, banyak pengetahuan-pengetahuan kecil yang baru aku tahu yang aku dapet dari buku ini. Jadi buku ini mendeskripsikan bagian-bagian tubuh binatang beserta organ dan fungsinya dalam bentuk robot, dengan demikian kita dapat membayangkan fungsi sebenarnya dari organ tersebut.

Oke, berikut akan saya berikan deskripsi fungsi organ yang saya dapat dari buku tersebut. Cuma sekelumit pengetahuan sih, cukup menarik, karena saya yang belum tahu tentang pengetahuan itu, *ptaaak!, belajar apa aja selama ini kamu, nak??* heehehh :P


  1. Belalang

    - Antenanya berfungsi ganda! Yaitu untuk merasakan (seperti fungsi kulit manusia) dan untuk mencium (seperti fungsi hidung manusia). Teeet, tuh, aneh kan? Aku baru tauuu >.<

    - Belalang nggak punya otak! Jadi sebagai gantinya, sistem sarafnya dihubungkan oleh kumpulan saraf di sekitar tubuh yang disebut ganglia

    - Bagian atas kaki belakang belalang jantan terdapat papan stridulasi (bagian bagian berbentuk >>>> di kaki belakangnya), gunanya untuk membuat suara mengerik sehingga menarik belalang betina dan untuk menandai wilayahnya. Ooh jadi gara-gara ini thoh kita sering denger suara “krik.. kriiik.. kriik” :D

  1. Lalat

    - Lalat nggak punya kerangka! Sebagai gantinya, lalat mempunyai kulit luar yang disebut kutikula. Nah, kutikula ini membentuk sejenis kerangka luar (eksoskeleton) bagi lalat. Liat aja kulit luarnya, terlihat tebal dan mengilap! Makanya di film namanya Satria Baja Hitam, hehehe :P

  2. Kura-kura

    - Kura-kura merupakan binatang berdarah dingin, sehingga harus tinggal di tempat yang beriklim hangat agar tidak kekurangan energi *manggut-manggut*

    Jika udara terlalu dingin, gerakkannya menjadi lamban, sebab fungsi tubuhnya menurun. Ooh, begonoo

    - Karena desain kura-kura yang begitu hebohnya dengan cangkang yang super hebat spesies ini nyaris tak berubah selama lebih dari 65 juta tahun, ckckckck

  3. Ikan Pike

    - Ikan Pike memiliki organ berisi gas yang disebut gelembung renang. Organ ini memberikan daya apung netral di air. Sirip pelvis dan pektoral pada sisi ikan membuat gerakan-gerakan kecil untuk mempertahankan posisi, sehingga ikan dapat mengambang tak bergerak saat mengelabui mangsanya

  4. Camar Laut

    - Bulunya kedap air, jadi camar akan terapung bila berada di air. Selain itu, selaput di antara cakar kakinya berfungsi menyerupai sirip kaki yang dipakai waktu berenang

    - Kakinya yang agak melengkung dapat menggenggam tanah atau mendorongnya di air

    - Ketika menelan seekor ikan, makanan itu dipindahkan dari esofagus ke tembolok dan disimpan di sana sampai ia siap mencernakannya. Makanan yang masuk ke empedal akan digiling dengan batu-batuan yang khusus ditelan untuk menggiling makanan. Woow, jadi si camar juga sengaja menelan batu untuk mencerna makanan? Yep, ini karena dia nggak punya gigi, sob..

    Sari makanan akan dipisahkan dari kotoran di lambung dan usus, lalu disebarkan ke seluruh tubuh

  5. Remis

    - Bahkan aku baru tahu ada binatang bernama remis, dia masih sekerabat ama kerang lhoo, makanya kadang-kadang bisa membentuk mutiara juga :D Hayoo, baru liat juga kan kan kan?? :P

    - Remis menempel di bebatuan dengan lembaran byssus-nya. Dengan salah satu ujung byssus tersemen ke batu dan ujung yang lain dihubungkan ke otot-otot bagian bawah remis. Lembaran tersebut dapat menahan arus yang kuat dan gelombang yang besar

Brain Health


Do you know that brain health is  influenced by your lifestyle choices? So, check these out, guys :D

DIET

  • Do not drinking coffee or tea 

    If you have the ability to abstain from coffee or tea, try to continue it or drink decaf, or maybe just have a little of it.
    While some previous research has shown some neural benefits to drinking coffee and tea –- perhaps because of the antioxidants they contain -- our research suggests that drinking too much coffee and tea is associated with slowed processing speed.
  • Eat enough fish or shellfish to have a positive effect on your brain

    Eating 3 or more servings a week of fish, shellfish, flaxseed oil, walnuts, or cooked soybeans and that means your brain is getting a good amount of the omega-3 fatty acids that are critical for communication between brain cells. Be careful not to overdo it, however. Certain types of fish have been shown to be high in chemical such as mercury, which can have negative effects on the brain.
    DHA (docosahexaenoic acid) is a particularly important omega-3 fatty acid that is a component of the structure of brain cells.
    I like eating fish since I took boarding for school. Knowing this fact makes me keep eating fish! lol :D
  • Keep eating foods with lots of antioxidants.

    The antioxidant-rich foods you're eating are good for cognitive fitness. Certain types of berries, beans, and vegetables are high in antioxidants and are highly beneficial for cognitive function.
  • You picked chocolate, a good choice for brain health!

    Chocolate improves your brain grade, but consider trying dark chocolate. When eaten in the same amounts, dark chocolate contains much higher levels of antioxidants.
    The higher the percentage of cocoa in the chocolate, the healthier it is.
  • Avoid excess alcohol consumption; that's good for your brain

    Avoiding excessive alcohol consumption is increasing your brain grade. Keep it up.

EXERCISE

  • Maintain your aerobic exercise routine

    Your aerobic is helping keep your brain fit, as well as your body. Aerobic exercise leads to the growth and development of brain cells, and may even stimulate the production of new brain cells.
    Lack of aerobic exercise is associated with declines in cognition, and may increase the risk of dementia.
  • Do more strengthening exercise

    Strength training is an important part of overall fitness and a key to keep your brain healthy. Adding some strength training to your exercise regimen will increase your brain grade.
    Strong muscles improve balance and reduce frailty, making it less likely that you will experience a serious injury that could restrict your movements and throw your brain-healthy lifestyle out of balance.

HEALTH

  • Keep avoiding stress

    An absence of severe life stressors improves your brain grade. Keeping your brain healthy in other areas can help you prepare for when times get tough.
  • Maintain your aerobic exercise routine and getting enough sleep

    Getting enough sleep is critical for proper brain function. The brain consolidates learning and memory during sleep. Maintaining regular sleeping habits is critical for cognitive function and brain health in general. While the ideal amount of sleep differs by individual, most need between 6-8 hours for optimal cognitive performance.
  • Continue to abstain from smoking

    Smoking can be detrimental to your cognitive function in a variety of ways, and has been linked to an increased incidence of cognitive decline. By not smoking, you're keeping your brain, and body as a whole, in much better shape.

LIFESTYLE

  • Expand your social network

  • You might consider reaching out to some old friends or family members you haven’t spoken to in a while.
    Having a close and active social network has been shown to be associated with a reduced risk of cognitive problems in aging.
  • Doing cognitively stimulating activities

    While there has been little rigorous study of the benefits of particular leisure time activities, many scientists believe that engaging in cognitively stimulating activities is good for keeping the brain sharp.
  • Continue to challenge yourself

    Continue to challenge yourself. Taking on new challenges is an important part of keeping your brain functioning its best. Brain plasticity, the ability for the brain to reorganize itself, is spurred on by new challenges.
  • Do more cognitive training to improve your brain grade

    Studies have shown that doing cognitive training exercises can improve attention, memory, and fluid intelligence. These types of exercises have also been shown to have benefits for driving performance and health-related quality of life.


Please Take My Cornea

Lihat ke kanan;
Lihat ke kiri;
Lihat ke atas;
Lihat ke bawah!!
Apakah Sahabat semua masih bisa melihat hal-hal di sekitar dengan jelas?
Kami juga!
ALHAMDULILLAH untuk mata kami, ya Allah!!
sebaris kata2 yang masuk di home facebookku dari I Love Allah
dan tanpa sengaja, terinspirasi pula oleh postingan dari blog teman tentang mata..

well, ada satu lagi yang menginspirasi, sahabat..
Mantan Presiden kita, Pak BJ Habibie, telah mendaftarkan dirinya sebagai pendonor kornea di bank Mata Indonesia, dan mengajak orang2 Indonesia untuk mengikutinya.
“If my time has come, please take my cornea,”
kata beliau saat peringatan 1 tahun meninggalnya istrinya, Ibu Hasri Ainun Habibie
Pak Habibie bilang kalo istrinya pun akan melakukan hal yang sama jika ia meninggal di Indonesia. Sebagai seorang dokter medis dan mantan kepala Bank Mata Indonesia, Ibu Ainun adalah seorang aktivis yang mengkampanyekan donasi kornea. Huhu, subhanallah.. Dan tahukah kamu, bahwa ada 3 juta orang Indonesia yang menderita kebutaan. Dan donor kornea itu diperbolehkan kok dalam Islam.
Sumber: The Jakarta Post
Sahabat, bila satu persen saja dari populasi Indonesia menjadi donor kornea, ribuan orang yang buta akan dapat disembuhkan
So, check this out! :)
Berikan hadiah terindah untuk melihat

Jumat, 23 Desember 2011

Think Globally Act Locally

Beberapa waktu yang lalu di Studium Generale yang diadakan di Aula Barat ITB, Pak Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, yang ketika itu menjadi pembicara, menjelaskan tentang swasembada pangan. Pada awalnya mungkin banyak dari kita yang mengira bahwa Indonesia, terutama Jawa Barat, banyak melakukan impor beras dan seolah tak berdaya lagi sebagai lumbung padi karena produksi berasnya yang menurun atau karena memang teknologi pertanian kita yang kalah maju dengan negara lain. Namun ternyata Pak Ahmad Heryawan mengungkapkan sisi lain dari hal tersebut.

Beliau mengungkapkan bahwa kini produksi beras Jawa Barat tengah meningkat, bahkan semenjak digunakannya padi tipe IR dan penerapan berbagai teknologi pertanian canggih lainnya, efektivitas panen di Jawa Barat sangat meningkat pesat. Namun ternyata degan kondisi tersebut sampai sekarang Indonesia belum mampu kembali menjadi negara swasembada pangan.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Pak Ahmad Heryawan menjelaskan ternyata hal tersebut terjadi karena tingkat konsumsi beras masyarakat Indonesia yang sangat tinggi. Bahkan dibandingkan dengan Malaysia dan Cina, yang notabene mengonsumsi nasi juga sebagai makanan pokoknya, tingkat konsumsi nasi masyarakat Indonesia tetaplah paling tinggi. Jika dikorelasikan dengan kondisi kita sehari-hari, masyarakat Indonesia memang terbiasa makan banyak nasi dibandingkan lauk pauk maupun buah-buahan dengan alasan agar lebih kenyang. Selain itu, kebiasaan tidak menghabiskan makanan juga membuat tingkat konsumsi beras kita meningkat.

Wah, ternyata hal yang mungkin kita anggap sepele berefek sangat besar terhadap ketercapaian swasembada pangan! Bayangkan ketika kita ada di Kantin Salman dan tengah mencomot-comot nasi dan lauk, kemudian kita memilih mengubah pola makan dengan memperbanyak sayur dan buah-buahan ketimbang nasi serta membiasakan diri menghabiskan nasi di piring kita, kita telah turut mengurangi tingkat kebutuhan nasional akan beras! Bayangkan, dari Kantin Salman kita telah turut mengubah peradaban! \(>.<)/

Dari persoalan mengenai perberasan di atas, kita dapat meresapi makna dari kalimat “think globally, act locally”, bagaimana kita bisa berpikir besar dan kemudian merealisasikannya lewat langkah terdekat yang bisa kita jangkau.

Lalu darimana kita memulainya?

Tentunya dari tempat terdekat yang bisa kita jangkau, dari lingkup terkecil yang kita miliki. Dan salah satunya adalah melalui program studi (prodi) maupun fakultas kita masing-masing. Bagaimana kita hendak bicara tentang carut-marutnya moral bangsa kita, jika ternyata di lingkungan terdekat kita saja masih banyak yang menyontek? Yah... think globally act locally

Dan percayalah bahwa langkah-langkah lokal kita berdakwah di wilayah (prodi atau fakultas) berdampak begitu komunal. Bayangkan, jika satu saja teman sefakultas/ prodi kita yang menjadi tercerahkan karena dakwah yang kita lakukan, maka pahala yang kita dapat akan senilai dengan kebaikan yang ia lakukan. Belum lagi jika nantinya dia menjadi orang besar, pemimpin bangsa, yang kemudian menjadi pemimpin yang adil, bermanfaat, dan menyejahterakan orang banyak. Daaan tadi itu baru satu orang, lhoo. Bagaimana jika dua, tiga, sepuluh. Wah..


Disadur dari Buletin GAMAIS ITB edisi GIT